Memaknai Kembali Hadis Lan Yuflih Qawm Wallaw Amrahum Imraat Pada Kontek Kepemimpinan Perempuan

Setelah seorang pemimpin sukses memimpin diri sendiri dengan mengendalikan hawa nafsu, maka memimpin keluarga merupakan prioritas pula agar menjadi teladan bagi masyarakat yang dipimpinnya. Dikatakan sebagai pemimpin karena orang tersebut memiliki tugas untuk mengatur orang lain, namun seorang pemimpin tidak akan mampu untuk mengatur banyak orang. Bagi mereka yang ingin mengembangkan keterampilan kepemimpinan bagi orang-orangnya, metodologi gamifikasi telah terbukti mampu membuat para peserta merasakan pembelajaran dalam waktu singkat dengan hasil yang bertahan lama.

Mempimpin sebuah kelompok

Kemampuan berkomunikasi secara efektif, ringkas, dan bijaksana merupakan keahlian yang krusial dari seorang pemimpin. Mandapatkan masukan dan tanggapan akan kepemimpinan juga dapat membantu Anda menemukan area-area atau skil Anda yang perlu ditingkatkan. Konsultan atau professional dapat membantu mengembangkan rencana Anda untuk mencapai tujuan. Karena mengembangkan kepemimpinan bisa juga mengambil dari motivasi atas masukan lingkungan sekitar Anda, selain dari buku dan seminar.

Dengan budaya tersebut, tim dapat mencapai kesuksesan dari tujuan bisnis, tim yang bahagia, dan goal pemimpin yang terpenuhi. Blocking merupakan suatu kondisi dimana terdapat perasaan tidak nyaman yang disebabkan oleh penilaian-penilaian secara subjektif dari orang lain. Menjadi pemimpin kelompok yang efektif dapat dilakukan pertama kali dengan cara mengembangkan kepemimpinan.

Barang siapa yang tidak membenarkan kebohongan mereka, dan tidak membantu kesewenang-wenangan mereka, maka ia adalah termasuk golonganku, dan aku termasuk golongan mereka, dan mereka akan datang ke telagaku.” (HR. At-Thabrani). Setiap orang bisa menjadi pemimpin melalui usaha penyiapan dan pendidikan serta didorong atas kemauan sendiri. Dia ditakdirkan lahir menjadi pemimpin dalam situasi dan kondisi yang bagaimanapun juga. Menjadi pemimpin memang bukanlah suatu hal yang mudah, namun setiap orang bisa menjadi seorang pemimpin asal mempunyai keyakinan bahwa dirinya bisa.

Strategi untuk menjadi follower yang efektif termasuk menjadi sumber daya, membantu leader untuk menjadi leadership yang baik, membangun hubungan dengan leader dan melihat pemimpin secara realistis. Pada tatanan organisasi management lebih dianggap dari pada followrship. Bagaimana pun juga, seorang leadership memerlukan followership untuk mencapai tujuan organisasi atau tujuan kepemimpinan.Followership yang efektif tidak selalu mudah. Kepemimpinan menyangkut orang lain, yakni dengan bawahan atau pengikut. Kesediaan mereka untuk menerima pengarahan dari pemimpin, para anggota kelompok membantu menentukan status/kedudukan pemimpin dan membuat proses kepemimpinan dapat berjalan. Tanpa bawahan semua kualitas kepemimpinan seorang menejer akan menjadi tidak relevan.

Dengan cara ini maka anggota tim kerja yang Anda pimpin tahu bahwa Anda akan selalu melakukan pengecekan agar setiap progress dan jadwal yang sudah ditetapkan untuk mencapai tujuan tersebut bisa terlaksana dengan sukses. Hal ini juga untuk menjaga momentum yang sudah Anda ciptakan sejak awal sehingga Anda pun bisa membuat tim kerja Anda menjadi lebih aktif. Anda harus memberikan motivasi dan pengertian agar setiap anggota tim benar-benar mengetahui apa yang sebenarnya mereka kerjakan juga akan memberikan keuntungan bagi setiap anggotanya yang memberikan kontribusi. Dengan menggunakan beberapa metode tersebut Anda harus bisa mengkomunikasikan apa yang sebenarnya Anda harapkan dari mereka dan bagaimana komitmen mereka tim kerja tersebut sangat penting untuk mengubah tim kerja yang pasif menjadi tim yang lebih produktif.

Menghargai pekerjaan karyawan akan membangun kepercayaan diri dan mendorong karyawan untuk lebih terlibat dalam project. Dorong kreativitas dan pastikan semua anggota tim mengetahui ekspektasi apa yang diharapkan dari mereka. Terakhir, kepemimpinan berfungsi untuk memimpin para anggota tim atau karyawan dengan bersikap tangguh dalam menghadapi segala tekanan, masalah dan kegagalan yang hadir dalam kehidupan. Hal ini bertujuan agar semua motivasi, fokus dan semangat yang kita miliki tidak mudah hilang begitu saja. Setiap kepemimpinan dalam organisasi atau perusahaan memang tidak akan pernah terlepas dari masalah, masalah dan masalah. Masalah datang untuk dihadapi dan diselesaikan, bukan untuk dihindari.

Namun di mana pemimpin itu dapat menunjuk dirinya sendiri untuk memiliki pemikiran ke depan. Pemimpin yang membuat keputusan baik terus meningkatkan pedoman sumber daya. Mereka memperkuat kemampuan untuk mendapatkan akses ke informasi yang benar, statistik, tren, dan hal lainnya yang tersedia dari luar dan dalam kantor/perusahaan. Mereka tahu kapan harus melibatkan semua sumber daya itu dalam rangka membuat keputusan tepat yang berdampak positif bagi perusahaana atau bagi masa yang akan datang.