Pentingnya Mengatur Keuangan Bagi Remaja

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA — Dosen Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya , Dina Anggraeni Susesti, S.E., M.SA memberikan suggestions mengatur keuangan setelah lebaran Idul Fitri. Moment lebaran Idul Fitri biasanya dimanfaatkan untuk bersilaturahim dengan sanak saudara, sehingga membutuhkan banyak biaya untuk menjamunya. Karena itu dia membagi ada empat pos pengeluaran uang yaitu untuk Living, Saving, Investasi, dan Giving. Strateginya dengan mengatur persentase mengikuti berapa jumlah uang pemasukan setiap orang. Dikenal sebagai miliarder yang sederhana, Warren Buffett tidak hanya ahli dalam berinvestasi, tetapi juga mengelola keuangan. Dari keterampilan inilah, pemilik Berkshire Hathaway ini menjadi rujukan banyak orang.

Mungkin selama beberapa waktu kondisi keuangan keluarga tidak stabil. Pada masa-masa ini, pengeluaran haruslah diprioritaskan untuk pos-pos yang wajib dibayar setiap bulan, seperti listrik, air, keamanan lingkungan, SPP sekolah, dan lain-lain. Sebelum pembahasan kita semakin jauh, ada baiknya jika kamu mengetahui dasarnya lebih dahulu. Jika dijabarkan secara sederhana perencanaan keuangan merupakan seni dan juga prinsip yang sangat perlu dilakukan, agar mampu mengelola keuangan agar lebih efisien dan efektif. Perencanaan ini penting diterapkan untuk keuangan individu maupun ketika nanti kamu sudah memiliki sebuah keluarga. Dengan memiliki tabungan, Sedulur dapat melakukan cara mengatur keuangan di masa sulit.

Apalagi dengan semakin meningkatnya biaya hidup menuntut kita untuk lebih cerdas dalam mengatur keuangan agar tidak terjerat utang. Hal yang paling penting di masa seperti ini ialah menjaga kestabilan Cash Flow, jangan boros dan jangan membeli hal – hal yang tidak penting. Sebaiknya dana lebih yang kita miliki simpan dan tabung menjadi dana darurat atau bisa kita investasikan menjadi sesuatu yang menguntungkan. Jika semua hal tersebut disiplin kita terapkan dalam pengelolaan keuangan keluarga maka kita akan siap menghadapi tantangan ekonomi di masa pandemi ini dengan baik. Agar kita bisa menyisihkan anggaran beli rumah, cara mengelola keuangan keluarga pun patut menjadi pertimbangan cermat supaya dapat terstruktur dengan baik.

Karena pertanyaan berikutnya adalah, mana pengeluaran yang bisa Anda kurangi atau hindari? Jika pengeluarannya memang wajib, tidak harus Anda berhentikan whole, cukup dikurangi saja. Investasi adalah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan.

Mengatur keuangan

Aktivitas #DiRumahAja selama pandemi membuat banyak orang tergiur belanja online. Akibatnya, pengeluaran jadi membengkak bila Anda membeli barang-barang yang tidak diperlukan. Mulai sekarang, Anda harus cermat mengendalikan diri sendiri agar tidak terjebak godaan belanja on-line. Rutinitas belanja online harus mendahulukan hal-hal yang bersifat kebutuhan, misalnya bahan makanan, produk kebersihan rumah tangga, dan barang kebutuhan sehari-hari lainnya. Manfaatkan promo cashback semaksimal mungkin agar Anda tetap hemat ketika belanja online.

Semua hal ini tentunya bisa didapatkan dengan melakukan perencanaan keuangan yang cermat dan tepat. Tadi adalah 5 faktor mengapa kamu sulit untuk mengatur keuangan pribadi. Selalu hindari hal-hal tersebut, minta bantuan orang terdekat kamu seperti orang tua, pasangan, atau teman untuk selalu mengingatkan kamu jikala kamu sedang ‘kalap’ untuk menggunakan uang kamu. Sebenarnya, ini tidak wajib, tapi bisa jadi solusi baik supaya kamu tidak boros dan termasuk cara efektif mengatur keuangan pribadi bulanan.

Hutang yang segera lunas, akan membantu kamu untuk cepat memiliki barang tersebut sekaligus tidak membebani diri di masa mendatang. Tips satu ini lebih ditujukan untuk kamu yang memiliki cicilan atau hutang. Tidak harus kendaraan bermotor atau rumah, pay later kamu juga menjadi hutang yang harus dibayarkan tiap bulan.